Kalimantan Timur – Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) bersama Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK), Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, melaksanakan witnessing Uji Laik Fungsi Struktur Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek II pada 28–30 Mei 2026 di Kalimantan Timur.
Uji Laik Fungsi Struktur merupakan tahapan penting sebelum suatu jembatan khusus dapat dinyatakan layak dan aman untuk dioperasikan. Melalui rangkaian pengujian ini, kinerja struktur dievaluasi secara komprehensif untuk memastikan bahwa jembatan telah memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, dan keandalan sesuai dengan desain yang direncanakan.
Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek II merupakan jembatan pelengkung beton dengan panjang total 514 meter yang dibangun sebagai replika Bentang Pendek I. Kehadiran jembatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas menuju Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Kalimantan Timur.
Rangkaian pengujian yang disaksikan oleh Tim KKJTJ dan BKJTK meliputi pemeriksaan visual kondisi struktur sebelum pelaksanaan uji beban, pengujian beban dinamis untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban bergerak, serta pengujian beban statis dengan beberapa skema pembebanan guna memverifikasi perilaku struktur terhadap beban rencana. Setelah seluruh pengujian selesai, dilakukan kembali pemeriksaan visual untuk memastikan tidak terdapat perubahan kondisi struktur yang mengindikasikan penurunan kinerja.
Data hasil pengujian, yang meliputi lendutan, regangan, respons dinamis, serta hasil inspeksi visual, selanjutnya akan dianalisis secara menyeluruh sebagai dasar evaluasi kinerja struktur. Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses penerbitan Persetujuan Laik Fungsi Struktur oleh KKJTJ sebelum jembatan dapat dinyatakan memenuhi persyaratan untuk dioperasikan.
Melalui pelaksanaan witnessing ini, KKJTJ menegaskan komitmennya untuk memastikan jembatan khusus yang dibangun di Indonesia memenuhi aspek keamanan dan kelaikan fungsi sehingga mampu memberikan pelayanan infrastruktur yang aman bagi masyarakat.
Artikel Terkini
Ikuti Kami